BANGKA TENGAH — SPBU 24.331.137 Desa Beruas, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, kembali menjadi sorotan. Tim media online Barometer86.com–IMC GROUP menemukan sejumlah persoalan di lapangan yang kemudian langsung dibawa ke Pertamina Patra Niaga di Jalan Koba untuk dikonfirmasi.
Temuan pertama berkaitan dengan Yopi selaku pengurus SPBU. Dalam dokumentasi tim media pada 15 September 2026, Yopi terlihat merokok di dalam ruangan kantor SPBU. Aktivitas tersebut terekam dalam foto saat Yopi berada di dalam ruangan kantor dengan rokok menyala.
Temuan tersebut menjadi sorotan karena dilakukan di lingkungan SPBU yang berhubungan langsung dengan aktivitas BBM. Aspek keselamatan seharusnya menjadi perhatian utama, sehingga aktivitas merokok di dalam ruangan kantor SPBU patut dipertanyakan dari sisi penerapan aturan dan standar keselamatan.
Namun persoalan di SPBU Beruas tidak berhenti pada aktivitas merokok.
Tim media Barometer86.com–IMC GROUP juga menemukan mobil pengerit BBM jenis Pertalite melakukan pengisian di SPBU tersebut. Kendaraan itu menjadi perhatian karena nomor polisi kendaraan dalam kondisi pajak mati, berdasarkan pengecekan yang dilakukan tim.
Temuan tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan serius. Bagaimana kendaraan tersebut dapat melakukan pengisian BBM? Bagaimana pemeriksaan kendaraan dilakukan oleh pihak SPBU? Bagaimana penggunaan QR Code untuk transaksi Pertalite? Dan apakah kendaraan tersebut memang memenuhi ketentuan sebagai penerima BBM bersubsidi?
Pertanyaan tersebut semakin penting karena aktivitas pengisian BBM Pertalite kini berada dalam mekanisme Subsidi Tepat yang mensyaratkan kesesuaian data kendaraan dan transaksi.
SUDAH DUA KALI DITUTUP, KINI KEMBALI DISOROT
Sorotan terhadap SPBU Beruas juga bukan persoalan yang muncul tanpa latar belakang.
Informasi yang dihimpun tim media menyebut SPBU Beruas sebelumnya sudah dua kali mengalami penutupan atau penghentian operasional.
Kini persoalan kembali muncul untuk ketiga kalinya, dengan temuan berupa aktivitas merokok di dalam ruangan kantor SPBU serta kendaraan pengerit Pertalite yang menjadi perhatian tim media.
Jika riwayat dua kali penutupan atau penghentian operasional tersebut benar, maka kondisi ini patut menjadi bahan evaluasi. Pertanyaannya, apa penyebab tindakan sebelumnya, apa hasil evaluasinya, dan mengapa persoalan kembali muncul di SPBU yang sama?
Publik berhak mendapatkan penjelasan yang terang mengenai pengawasan dan pembinaan terhadap SPBU 24.331.137.
MEDIA IMC GROUP DATANGI PERTAMINA PATRA NIAGA JALAN KOBA
Tim media IMC GROUP tidak berhenti pada temuan di lapangan.
Untuk memastikan persoalan tersebut mendapatkan penjelasan dari pihak yang berwenang, media IMC GROUP mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga di Jalan Koba.
Kedatangan tersebut dilakukan untuk melakukan konfirmasi terkait seluruh temuan di SPBU Beruas, mulai dari Yopi yang terlihat merokok di dalam ruangan kantor, kendaraan pengerit Pertalite, persoalan nomor polisi kendaraan yang pajaknya mati, hingga informasi mengenai dua kali penutupan atau penghentian operasional SPBU sebelumnya.
Dokumentasi tim media setelah keluar dari kantor Pertamina Patra Niaga Jalan Koba menjadi bagian dari rangkaian peliputan dan konfirmasi tersebut.
Dengan langkah ini, persoalan yang ditemukan di lapangan tidak hanya disampaikan melalui pemberitaan, tetapi langsung dibawa kepada Pertamina Patra Niaga untuk dimintai penjelasan.
POLSEK SIMPANG KATIS DAN KAPOLRES BANGKA TENGAH DIMINTA TIDAK DIAM
Temuan tersebut juga patut menjadi perhatian Polsek Simpang Katis dan Kapolres Bangka Tengah.
Aparat diminta melakukan pengecekan terhadap kondisi di SPBU Beruas, khususnya terkait kendaraan pengerit Pertalite yang menjadi temuan tim, status administrasi kendaraan, serta aktivitas di lingkungan SPBU yang berkaitan dengan keselamatan.
Begitu pula dengan informasi mengenai dua kali penutupan atau penghentian operasional SPBU. Jika memang pernah terjadi, riwayat tersebut perlu diperjelas agar masyarakat mengetahui apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana tindak lanjut setelah tindakan sebelumnya.
PERTAMINA PATRA NIAGA DITUNGGU TINDAK LANJUT
Kini seluruh persoalan tersebut sudah dibawa ke pihak Pertamina Patra Niaga.
Ada dokumentasi Yopi merokok di dalam ruangan kantor. Ada kendaraan pengerit Pertalite yang melakukan pengisian. Ada persoalan pajak kendaraan yang mati. Ada informasi mengenai dua kali penutupan atau penghentian operasional. Dan ada kedatangan media IMC GROUP ke Pertamina Patra Niaga Jalan Koba untuk melakukan konfirmasi.
Maka pertanyaannya sederhana: apa tindak lanjut Pertamina Patra Niaga terhadap temuan tersebut?
Apakah SPBU 24.331.137 akan diperiksa kembali?
Apakah kendaraan yang menjadi temuan akan ditelusuri transaksi dan penggunaan QR Code-nya?
Apakah penerapan standar keselamatan di SPBU akan dievaluasi?
Dan apakah riwayat dua kali penutupan atau penghentian operasional sebelumnya akan kembali diperiksa?
Barometer86.com–IMC GROUP akan terus mengawal persoalan SPBU Beruas dan memberikan ruang kepada Yopi selaku pengurus SPBU, pengelola SPBU 24.331.137, Pertamina Patra Niaga, Polsek Simpang Katis, serta Polres Bangka Tengah untuk memberikan penjelasan dan tindak lanjut secara resmi kepada publik.
Redaksi Barometer86com
IMC GROUP





