BANGKA BELITUNG — Penutupan aktivitas tambang timah kembali menyisakan persoalan bagi masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan kehidupan dari aktivitas ngelimbang atau mencari sisa-sisa bijih timah secara tradisional.
Di tengah penertiban aktivitas pertambangan, ada cerita lain yang jarang terdengar. Bukan tentang pemilik modal besar atau pengusaha tambang, melainkan tentang seorang ibu yang setiap hari berusaha mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Bagi sebagian masyarakat, ngelimbang bukan sekadar aktivitas mencari timah. Pekerjaan tersebut menjadi salah satu cara bertahan hidup ketika lapangan pekerjaan lain sulit didapat.
Seorang ibu yang sebelumnya terbiasa ngelimbang kini harus menghadapi kenyataan bahwa aktivitas tersebut terhenti setelah kawasan tambang ditutup. Penghasilan yang sebelumnya bisa digunakan untuk membeli kebutuhan dapur, membayar biaya sekolah anak, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari, kini tidak lagi ada.
“Kalau tambang ditutup, kami mau kerja apa? Kami ini bukan orang punya modal besar. Kami hanya mencari makan dari hasil ngelimbang,” keluhnya.
Kondisi tersebut menggambarkan dilema yang dihadapi masyarakat di wilayah penghasil timah. Di satu sisi, penertiban pertambangan diperlukan untuk menjaga lingkungan dan memastikan seluruh aktivitas pertambangan berjalan sesuai aturan. Namun di sisi lain, pemerintah juga dituntut memikirkan nasib masyarakat kecil yang selama ini bergantung pada sektor tersebut.
Penutupan tambang tanpa diikuti solusi ekonomi bagi masyarakat berpotensi membuat kelompok rentan semakin tertekan.
Masyarakat kecil tidak meminta untuk diberikan ruang melakukan aktivitas ilegal. Mereka berharap ada solusi nyata, terutama berupa lapangan pekerjaan alternatif, pemberdayaan ekonomi, atau program yang dapat membantu keluarga yang kehilangan mata pencaharian.
Persoalan ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pihak terkait. Penegakan hukum dan perlindungan lingkungan harus tetap berjalan, tetapi jangan sampai masyarakat kecil menjadi pihak yang paling menanggung dampaknya.
Kisah seorang ibu yang biasa ngelimbang tersebut menjadi pengingat bahwa di balik persoalan tambang timah terdapat persoalan sosial yang tidak boleh diabaikan.
Tambang boleh ditutup ketika melanggar aturan, tetapi nasib rakyat kecil jangan ikut ditutup tanpa diberikan jalan keluar.
Pemerintah diharapkan tidak hanya hadir ketika melakukan penertiban, tetapi juga hadir setelahnya dengan memberikan solusi ekonomi yang nyata bagi masyarakat terdampak.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan versi lebih tajam bergaya berita investigasi, lengkap dengan judul yang lebih menggugah dan pertanyaan kepada pemerintah daerah soal solusi bagi masyarakat kecil.
Redaksi Barometer86com
IMC GROUP





