PANGKALPINANG — Upaya memperkuat komunikasi antara lembaga pemasyarakatan, media, dan organisasi kemasyarakatan kembali mendapat perhatian. Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, menerima Ivounk Media Cyber (IMC) bersama Ormas Brigade 571 Trisula Macan Putih Bangka Belitung dalam agenda silaturahmi yang dikemas melalui makan bersama dan diskusi santai.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab. Namun, di balik agenda informal itu, sejumlah isu penting turut menjadi bahan pembicaraan, khususnya terkait keterbukaan informasi publik, fungsi kontrol sosial, serta sinergi dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Febie Dwi Hartanto menyambut baik silaturahmi tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat, media, dan organisasi kemasyarakatan memiliki arti penting dalam membangun komunikasi yang sehat antara institusi pemasyarakatan dengan masyarakat.
«“Kami menyambut baik inisiatif silaturahmi ini. Peran masyarakat dan ormas sangat krusial dalam mendukung keterbukaan informasi serta menjaga stabilitas keamanan di daerah,” ujar Febie.»
Ia juga menekankan bahwa proses pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan membutuhkan dukungan berbagai pihak. Keterbukaan informasi dan komunikasi dengan elemen masyarakat dinilai dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang transparan dan akuntabel.
Media Tetap Pegang Fungsi Kontrol
Sementara itu, Owner Ivounk Media Cyber (IMC) sekaligus Ketua Ormas Brigade 571 Trisula Macan Putih Bangka Belitung, Evan Satriady, menegaskan bahwa hubungan baik antara media, ormas, dan institusi pemerintah tidak boleh menghilangkan fungsi kontrol sosial.
Menurutnya, silaturahmi justru harus menjadi pintu untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka sehingga setiap persoalan di lapangan dapat dikonfirmasi secara langsung dan tidak berkembang menjadi informasi sepihak.
«“Silaturahmi ini bukan berarti mengendurkan fungsi kontrol sosial. Kami tetap konsisten mengawal keterbukaan publik, namun pendekatan humanis seperti ini penting agar komunikasi antara institusi negara dan elemen masyarakat berjalan tanpa prasangka,” tegas Evan.»
Evan menilai komunikasi yang terbuka antara media dan institusi pemerintah dapat meminimalkan kesalahpahaman dalam pemberitaan. Di sisi lain, media tetap memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi berdasarkan fakta dan melakukan konfirmasi terhadap pihak-pihak terkait.
IMC Dorong Akses Informasi Berimbang
Ketua IMC, A’as Asrori, turut menyoroti pentingnya akses informasi yang objektif dan berimbang dari pihak Lapas kepada masyarakat melalui media.
Ia berharap komunikasi yang telah dibangun dapat mempermudah proses konfirmasi ketika media membutuhkan penjelasan mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan lingkungan pemasyarakatan.
«“Kami berharap kolaborasi ini mempercepat akses konfirmasi dan keterbukaan informasi. Media membutuhkan fakta yang transparan agar pemberitaan di lapangan tetap berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik,” ungkap A’as.»
Menurutnya, keterbukaan informasi bukan hanya kepentingan media, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar mengenai pelayanan dan pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
Ormas Diminta Tetap Kritis dan Konstruktif
Wakil Ketua Brigade 571 Trisula Macan Putih Bangka Belitung, M. Kurnia, mengatakan pemuda dan organisasi kemasyarakatan memiliki peran dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus mengawasi pelaksanaan aturan hukum.
«“Sinergi ini adalah langkah taktis untuk memastikan bahwa aturan hukum di dalam penjara tetap berjalan tegak, sekaligus menjaga kondusivitas wilayah Pangkalpinang secara menyeluruh,” kata M. Kurnia.»
Ia menilai hubungan komunikasi yang baik antara aparat, media, dan masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan situasi yang aman sekaligus mendorong penegakan aturan secara konsisten.
Pertemuan tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda makan bersama. Dialog itu menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara Lapas, media, dan organisasi kemasyarakatan.
Sinergi diharapkan tetap berjalan dengan prinsip transparansi, profesionalitas, independensi media, serta fungsi kontrol sosial. Hubungan kemitraan yang dibangun pun diharapkan tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi mampu membuka ruang komunikasi ketika muncul persoalan yang membutuhkan klarifikasi dan penyelesaian secara objektif.
Dengan komunikasi yang terbuka, Lapas Kelas IIA Pangkalpinang diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan yang akuntabel, sementara media dan organisasi masyarakat tetap menjalankan fungsi pengawasan secara kritis, konstruktif, dan bertanggung jawab.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan versi lebih tajam ala berita investigasi media online, lengkap dengan judul yang lebih menarik, lead kuat, dan penutup yang menggigit.
Redaksi Barometer86com
IMC GROUP





