ABDUL RAIS MINTA PEMBERITAAN PIP DI MUARA JELITIK TAK DIBESAR-BESARKAN

SUNGAILIAT, POROSINDONESIA.ID — Abdul Rais, warga yang mengaku pernah berprofesi sebagai nelayan, meminta rekan-rekan wartawan agar tidak membesar-besarkan pemberitaan terkait aktivitas PIP (Ponton Isap Produksi) di kawasan alur Muara Air Kantung/Jelitik, Sungailiat, Bangka.

Menurut Rais, keberadaan aktivitas tersebut perlu dilihat secara utuh, khususnya dari sisi pendalaman alur muara yang menjadi akses keluar-masuk nelayan untuk melaut.

“Jangan hanya melihat dari sisi penambang mencari timah. Kita juga harus melihat kondisi alur muara dan kebutuhan nelayan yang setiap hari menggunakan jalur tersebut,” ujar Abdul Rais, Senin (31/8/2026).

Rais menyebut, persoalan pendangkalan alur Muara Jelitik selama ini menjadi salah satu kendala bagi aktivitas nelayan. Menurutnya, material pasir yang terbawa arus dan terus menumpuk dapat mengganggu akses keluar-masuk kapal nelayan.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah disebut belum memiliki anggaran yang memadai untuk melakukan pengerukan alur muara secara rutin. Karena itu, menurut Rais, keberadaan alat penambangan yang sekaligus mengangkat material pasir dari alur perlu dilihat dari sisi manfaatnya.

Bacaan Lainnya

“Tidak dipungkiri penambang memang mencari hasil. Tetapi di balik itu, ada pasir yang diangkat dari alur muara ke darat. Jadi jangan hanya melihat hasil timahnya, tetapi lihat juga manfaat yang ditimbulkan terhadap alur muara,” katanya.

Meski demikian, Rais menegaskan bahwa aktivitas penambangan menggunakan PIP bukan satu-satunya solusi. Menurutnya, apabila pemerintah maupun pihak-pihak yang mengaku peduli terhadap nelayan mempunyai solusi lain untuk mengatasi pendangkalan Muara Jelitik, maka solusi tersebut harus disampaikan dan diwujudkan.

“Kalau memang PIP tidak boleh dilakukan, silakan berikan solusi. Bagaimana alur Muara Jelitik ini bisa tetap dalam dan lancar sehingga nelayan bisa keluar masuk melaut,” ujarnya.

Rais berharap persoalan tersebut tidak hanya menjadi polemik pemberitaan, tetapi juga mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait. Menurutnya, kelancaran alur muara tidak hanya menyangkut aktivitas nelayan, tetapi juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pelabuhan dan pasar nelayan.

Ia meminta pihak-pihak yang selama ini menyatakan diri peduli terhadap nelayan agar turut memberikan solusi konkret terhadap persoalan pendangkalan alur.

“Kalau memang peduli nelayan, berikan solusinya. Jangan hanya berbicara. Yang paling penting bagaimana alur muara ini bisa lancar dan nelayan tetap bisa mencari nafkah,” tegas Rais.

Pernyataan Abdul Rais tersebut merupakan pandangan dan pengalaman pribadinya sebagai warga serta mantan nelayan. Sementara itu, terkait legalitas aktivitas PIP, dampak lingkungan, status material yang diangkat, serta ada atau tidaknya izin kegiatan, seluruhnya tetap membutuhkan klarifikasi dan verifikasi dari instansi berwenang.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *