Kades Domi Tegaskan: Sudah Berhenti Beli Pasir Timah Sejak Sebelum Menjabat, Bantah Keras Tuduhan Pembelian Pasir timah di Lahan Desa Romadon

**BERITA RESMI & KLARIFIKASI***

Romadon, 16 Oktober 2026* – Kepala Desa Romadon, **Domi**, secara tegas dan terbuka membantah segala tuduhan miring terkait dugaan keterlibatannya dalam aktivitas pembelian pasif timah. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan hari ini, Kades Domi meluruskan fakta bahwa aktivitas bisnis pasir timah yang pernah ia geluti telah dihentikan total jauh sebelum ia resmi menjabat sebagai kepala desa.

“Saya ingin meluruskan informasi yang beredar di masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman. Sebelum saya menjabat sebagai Kepala Desa Romadon, saya sudah berhenti membeli pasir timah. Jadi, sangat tidak benar jika ada pihak yang menuduh saya melakukan pembelian pasif timah selama masa jabatan saya, apalagi di lahan Desa Romadon,” tegas Kades Domi dalam konferensi pers yang digelar di balai desa, Jumat (16/10).

**Klarifikasi Lengkap: Transisi dari Pengusaha ke Pelayan Publik**

Menurut penuturan Kades Domi, dirinya memang memiliki latar belakang keterlibatan dalam bisnis pasir timah pada masa lalu. Namun, ia menekankan bahwa keputusan untuk menghentikan aktivitas tersebut diambil secara sadar dan sukarela sebagai bentuk persiapan mental dan integritas sebelum mencalonkan diri sebagai pemimpin desa.

Bacaan Lainnya

“Saya menyadari sepenuhnya bahwa posisi sebagai kepala desa adalah amanah rakyat yang membutuhkan integritas, netralitas, dan kebersihan tangan. Oleh karena itu, jauh sebelum saya dilantik, saya sudah mengakhiri semua keterlibatan, baik langsung maupun tidak langsung, dalam bisnis pasir timah. Ini adalah pilihan prinsip saya demi menjaga kepercayaan masyarakat yang telah memilih saya,” jelasnya dengan nada serius namun tenang.

Kades Domi juga menambahkan bahwa penghentian aktivitas bisnis tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata yang telah dibuktikannya sejak awal masa kampanye hingga saat ini.

**Bantahan Keras Terhadap Tuduhan di Lahan Desa Romadon**

Menanggapi isu spesifik mengenai dugaan pembelian pasif timah di wilayah Desa Romadon, Kades Domi membantahnya dengan keras. Ia menyatakan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar, tidak memiliki bukti konkret, dan cenderung menyesatkan publik serta merusak reputasi pemerintahan desa.

“Yang jelas dan pasti, saya tidak pernah melakukan pembelian pasif timah, apalagi di lahan desa Romadon. Selama saya menjabat, tidak ada satu pun transaksi, kesepakatan, atau kegiatan pertambangan timah yang melibatkan nama saya, keluarga saya, atau kroni saya di wilayah desa ini. Lahan Desa Romadon harus dijaga kelestariannya, bukan dieksploitasi secara ilegal,” tegasnya.

Ia juga menantang siapa pun yang memiliki bukti sah untuk membawanya ke ranah hukum, karena ia yakin tidak akan ditemukan jejak pelanggaran selama masa jabatannya.

**Komitmen Transparansi, Akuntabilitas, dan Penegakan Hukum**

Dalam kesempatan tersebut, Kades Domi juga menyampaikan komitmennya yang kuat untuk mendukung penuh upaya penegakan hukum terhadap praktik-praktik pertambangan ilegal di wilayah Desa Romadon. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa di bawah kepemimpinannya tidak akan melindungi pelaku ilegal, siapa pun mereka.

“Pemerintah Desa Romadon berkomitmen penuh untuk transparan dan akuntabel. Kami siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum, termasuk polisi dan dinas terkait, untuk memberantas segala bentuk pertambangan ilegal. Masyarakat tidak perlu ragu untuk melaporkan jika menemukan adanya aktivitas mencurigakan di wilayah desa. Pintu kantor saya selalu terbuka,” ujarnya.

**Dukungan Penuh dari Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat**

Beberapa perangkat desa dan tokoh masyarakat yang hadir dalam konferensi pers tersebut memberikan dukungan moral dan fakta kepada Kades Domi. Mereka menyatakan bahwa selama masa kepemimpinan Kades Domi, suasana desa menjadi lebih tertib dan tidak ada indikasi keterlibatan kepala desa dalam aktivitas pertambangan timah.

“Kami sebagai perangkat desa dapat menjamin bahwa Bapak Domi menjalankan tugasnya dengan bersih, profesional, dan berdedikasi tinggi. Semua keputusan yang diambil selalu melalui musyawarah desa dan mengutamakan kepentingan bersama serta sesuai dengan aturan yang berlaku. Tuduhan ini kami yakini sebagai upaya adu domba,” kata H. Ahmad, salah satu tokoh masyarakat setempat.

**Ajakan Bijak Menyikapi Informasi dan Hoaks**

Menutup pernyataannya, Kades Domi mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Romadon, untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya (hoaks). Ia berharap masyarakat dapat bersikap bijak, rasional, dan kritis dalam menyikapi berbagai isu yang beredar di media sosial maupun mulut ke mulut.

“Saya menghimbau kepada seluruh warga Desa Romadon dan pihak-pihak lain untuk tidak menyebarkan hoaks atau informasi yang tidak jelas sumbernya. Jika ada pertanyaan, keraguan, atau aspirasi, silakan datang langsung ke kantor desa untuk dialog. Kami selalu terbuka untuk komunikasi yang konstruktif dan saling menghormati,” pungkasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Desa Romadon mengumumkan akan membentuk **Tim Verifikasi Independen** yang terdiri dari unsur tokoh masyarakat, akademisi, dan perwakilan warga untuk memeriksa semua tuduhan yang beredar secara objektif. Hasil pemeriksaan akan dipublikasikan secara transparan kepada masyarakat dalam waktu dekat.

(Redaksi)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *