Evan Satriady Sandang Gelar CFLE, Bawa Amanah Membuka Akses Bantuan Hukum bagi Rakyat Kecil

PANGKALPINANG — Tidak semua orang yang berhadapan dengan persoalan hukum memiliki kemampuan ekonomi untuk mendapatkan pendampingan. Tidak sedikit pula masyarakat yang sebenarnya memiliki hak, tetapi memilih diam karena tidak memahami prosedur, takut menghadapi proses hukum, atau tidak tahu harus mencari pertolongan kepada siapa.

Persoalan inilah yang menjadi perhatian dalam penyematan gelar CFLE kepada Evan Satriady oleh Prof. Dr. Sutan Nasomah, S.H., M.H., Ph.D.

Penyematan gelar tersebut tidak sekadar menjadi tambahan identitas di belakang nama Evan. Lebih dari itu, terdapat pesan sosial yang kuat: agar ilmu, pengetahuan, dan kapasitas yang dimiliki dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama masyarakat kurang mampu yang sedang menghadapi persoalan hukum.

Baik. Saya panjangkan menjadi berita yang lebih berisi, human interest, mengalir, dan tetap menarik dibaca, dengan poin utama dari artikel sumber.

Kalau mau, saya juga bisa buatkan versi lebih tajam ala berita utama media online, dengan judul yang lebih “menggigit” dan pembuka yang langsung membuat orang ingin membaca sampai selesai.

Bacaan Lainnya

menyatakan siap menjalankan amanah tersebut sesuai kapasitas dan kewenangan yang dimilikinya.

“Dengan gelar yang disematkan ini, saya siap mendampingi dan membantu masyarakat yang mempunyai persoalan hukum, terutama mereka yang kurang mampu,” kata Evan, yang dikenal di kalangan aktivis dan insan pers.

Hukum Jangan Hanya Mudah Diakses Mereka yang Mampu

Pernyataan tersebut menjadi penting ketika dikaitkan dengan realitas di tengah masyarakat.

Persoalan hukum tidak selalu dimulai dari ruang persidangan. Sering kali semuanya bermula dari ketidaktahuan.

Ada masyarakat yang menerima surat panggilan tetapi tidak memahami maksudnya. Ada yang ingin membuat laporan tetapi tidak mengetahui prosedurnya. Ada pula yang menghadapi persoalan sengketa, namun tidak mengetahui dokumen apa yang harus disiapkan.

Dalam kondisi seperti itu, masyarakat membutuhkan seseorang yang dapat memberikan penjelasan awal secara benar dan membantu mereka memahami jalur yang tersedia.

Peran pendamping masyarakat atau paralegal dapat menjadi salah satu jembatan untuk membantu masyarakat memperoleh informasi dan mengakses layanan bantuan hukum, tentunya sesuai batas kewenangan yang berlaku.

Karena itu, komitmen untuk membantu masyarakat kurang mampu memiliki nilai sosial yang cukup besar.

Bantuan hukum bukan berarti membela seseorang yang melakukan kesalahan. Bantuan hukum juga bukan berarti menghalangi proses penegakan hukum.

Sebaliknya, bantuan hukum bertujuan agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya serta mendapatkan kesempatan untuk menjalani proses hukum secara adil.

Amanah, Bukan Sekadar Gelar

Penyematan CFLE kepada Evan juga membawa pesan bahwa sebuah gelar tidak seharusnya berhenti sebagai simbol.

Ada tanggung jawab yang mengikuti setiap kepercayaan.

Apalagi ketika seseorang berhadapan dengan masyarakat yang sedang mengalami persoalan hukum. Mereka datang bukan sekadar membawa cerita, tetapi sering kali membawa persoalan yang menyangkut keluarga, pekerjaan, harta benda, bahkan masa depan.

Karena itu, pendampingan tidak boleh dijadikan panggung untuk mencari popularitas.

Dibutuhkan kompetensi, etika, kehati-hatian, serta pemahaman terhadap batas kewenangan.

Jika sebuah perkara membutuhkan tindakan hukum yang menjadi kewenangan advokat, maka harus dilakukan koordinasi dengan advokat atau lembaga bantuan hukum yang memiliki kewenangan tersebut.

Hal ini penting agar masyarakat tidak salah memahami posisi dan kapasitas orang yang memberikan pendampingan.

Transparansi Menjadi Kunci

Dalam dunia bantuan hukum, kepercayaan masyarakat merupakan sesuatu yang sangat penting.

Masyarakat harus mengetahui siapa yang mendampingi mereka, dalam kapasitas apa pendamping tersebut bekerja, serta sejauh mana kewenangannya.

Transparansi justru akan membuat pendampingan menjadi lebih profesional dan mencegah masyarakat memiliki harapan yang keliru.

CFLE sendiri dapat memiliki arti berbeda tergantung lembaga yang menerbitkan atau konteks penggunaannya. Karena itu, masyarakat perlu memperoleh penjelasan yang jelas mengenai sertifikasi maupun kompetensi yang dimiliki seseorang.

Yang paling penting, sebuah gelar atau sertifikasi tidak boleh dipahami secara otomatis sebagai kewenangan yang sama dengan profesi advokat.

Dengan kata lain, semangat membantu masyarakat harus berjalan bersama kepatuhan terhadap aturan hukum.

Evan dan Tantangan Membantu Masyarakat Kecil

Komitmen Evan menjadi menarik karena dirinya juga dikenal memiliki keterkaitan dengan dunia media dan aktivitas kemasyarakatan.

Dunia media memiliki hubungan erat dengan kepentingan publik. Informasi yang benar dapat membantu masyarakat memahami persoalan yang sedang mereka hadapi.

Namun, ketika seseorang bergerak di wilayah informasi publik sekaligus pendampingan masyarakat, batas antara pemberitaan, advokasi sosial, dan pendampingan hukum harus tetap dijaga.

Profesionalitas menjadi sangat penting.

Pers harus bekerja berdasarkan fakta dan kode etik jurnalistik. Sementara pendampingan hukum harus dilakukan sesuai kompetensi, etika, dan batas kewenangan yang berlaku.

Dua ruang tersebut sama-sama memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat.

Membantu Tanpa Memandang Latar Belakang

Bagi masyarakat kurang mampu, persoalan hukum terkadang terasa jauh lebih berat.

Bukan hanya karena adanya kemungkinan biaya, tetapi juga karena tekanan psikologis, ketidaktahuan, keterbatasan informasi, serta ketimpangan kemampuan ketika berhadapan dengan pihak yang memiliki sumber daya lebih besar.

Dalam situasi tersebut, masyarakat membutuhkan akses informasi yang benar.

Mereka perlu tahu bahwa persoalan hukum tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan haknya untuk memperoleh informasi dan proses yang adil.

Itulah sebabnya komitmen Evan untuk membantu masyarakat kurang mampu menjadi bagian yang paling mendapat perhatian dari penyematan gelar tersebut.

Bukan tentang seberapa banyak orang yang dapat dibantu dalam sehari.

Tetapi tentang keberanian untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan penjelasan.

Tentang kesediaan mendengarkan keluhan masyarakat yang selama ini mungkin merasa tidak memiliki tempat untuk mengadu.

Dan tentang bagaimana seseorang dapat menggunakan pengetahuan yang dimilikinya untuk memberikan manfaat.

Tiga Kata yang Menjadi Pegangan

Evan menyampaikan bahwa gelar CFLE yang disandangnya bukan semata-mata tentang tiga atau empat huruf di belakang nama.

Ada amanah yang harus dijalankan.

Amanah untuk membantu.

Amanah untuk menjelaskan.

Amanah untuk mendampingi.

Dan yang tidak kalah penting, amanah untuk tidak menyalahgunakan kepercayaan masyarakat yang sedang berhadapan dengan persoalan hukum.

Pesan tersebut menjadi penting karena masyarakat yang mencari bantuan hukum berada dalam posisi yang membutuhkan kepercayaan.

Mereka membutuhkan orang yang tidak sekadar berani berbicara, tetapi juga memahami bahwa setiap persoalan hukum memiliki prosedur, bukti, aturan, etika, dan tanggung jawab.

Menjadi Jembatan bagi Masyarakat

Penyematan gelar CFLE kepada Evan Satriady pada akhirnya bukan hanya tentang seremoni.

Ada harapan agar keberadaan pendamping masyarakat dapat menjadi jembatan antara masyarakat dengan sistem bantuan hukum.

Jembatan bagi mereka yang tidak tahu harus memulai dari mana.

Jembatan bagi masyarakat yang belum memahami haknya.

Jembatan bagi mereka yang membutuhkan informasi sebelum menentukan langkah hukum.

Dan terutama, jembatan bagi masyarakat kurang mampu agar tidak merasa sendirian ketika menghadapi persoalan hukum.

Namun, harapan tersebut tentu harus berjalan beriringan dengan profesionalitas dan kepatuhan terhadap aturan.

Sebab keadilan tidak cukup hanya dengan keberanian berbicara.

Keadilan membutuhkan fakta, bukti, prosedur, pengetahuan, etika, dan tanggung jawab.

Di titik itulah amanah yang kini berada di pundak Evan Satriady menjadi semakin besar.

Gelar CFLE bukan sekadar identitas.

Ia adalah pengingat bahwa ketika seseorang dipercaya untuk membantu masyarakat, maka kepercayaan tersebut harus dijaga.

Membantu yang tidak mampu. Menjelaskan yang tidak dipahami. Mendampingi yang membutuhkan. Dan tetap berdiri dalam koridor hukum.

Itulah makna yang diharapkan lahir dari penyematan gelar CFLE kepada Evan Satriady.

Tim/Red IMC GroupKalau mau, saya juga bisa buatkan versi lebih tajam ala berita utama media online, dengan judul yang lebih “menggigit” dan pembuka yang langsung membuat orang ingin membaca sampai selesai

( Dimas Aan Permadi )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *