KREATIVITAS TANPA BATAS! WARGA BINAAN LAPAS PANGKALPINANG SULAP PLASTIK BEKAS JADI BONSAI BERNILAI EKONOMI

**BAROMETER86.COM** — Keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Hal ini dibuktikan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang yang berhasil menyulap kantong plastik bekas dan kain spunbond menjadi kerajinan bonsai hias menyerupai tanaman asli.

Kegiatan kreatif yang berlangsung di Blok Hunian A pada Kamis (15/10/2026) tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian. Melalui kegiatan ini, warga binaan didorong untuk mengembangkan keterampilan, mengasah kreativitas, serta memanfaatkan bahan sederhana menjadi karya yang memiliki nilai guna.

Bahan-bahan seperti kantong plastik bekas, benang nilon, dan kain spunbond dirangkai secara teliti hingga membentuk bonsai hias. Salah seorang warga binaan berinisial SA bahkan berhasil menyelesaikan satu karya bonsai dalam waktu satu hari. Proses tersebut membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kemauan untuk terus belajar.

Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, mengapresiasi kreativitas warga binaan yang mampu mengolah bahan sederhana menjadi kerajinan bernilai. Menurutnya, kegiatan produktif seperti ini menjadi salah satu sarana untuk menggali potensi dan membangun keterampilan selama menjalani masa pembinaan.

Pihak Lapas berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas pengisi waktu, tetapi juga dapat menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat. Kemampuan membuat kerajinan diharapkan membuka peluang untuk mengembangkan usaha mandiri dan memperoleh penghasilan secara halal.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, SA mengaku senang dapat menyelesaikan bonsai pertamanya hanya dalam sehari. Ia belajar merangkai kantong plastik menjadi bagian batang dan tangkai, kemudian memotong kain spunbond untuk dibentuk menjadi daun. Dari bahan sederhana tersebut, terciptalah kerajinan yang menyerupai bonsai asli.

Meski saat ini masih dalam tahap latihan dan pengembangan, kerajinan bonsai tersebut berpotensi dikembangkan menjadi produk yang lebih beragam dan memiliki nilai jual. Dengan pendampingan serta peningkatan kualitas secara berkelanjutan, hasil karya warga binaan diharapkan mampu menarik minat masyarakat dan menjadi peluang usaha setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan.

Program ini menjadi pengingat bahwa pembinaan di balik tembok pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan menjalani masa hukuman, tetapi juga tentang memperbaiki diri, membangun kepercayaan diri, dan menyiapkan masa depan. Dari kantong plastik bekas yang kerap dianggap tidak berguna, warga binaan Lapas Pangkalpinang menunjukkan bahwa kreativitas dapat tumbuh di mana saja dan menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih produktif.

**BAROMETER86.COM — Berita Tanpa Batas.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *